Jumat, 13 September 2013

Penantian di Pantai Klayar Kala Senja

Penantian di pantai Klayar kala senja itu memang membuat kenangan yang tak terlupakan olehku. Setelah berjam-jam aku menunggu kehadiranmu, tapi kau tak juga menemuiku senja itu. Di depan hempasan ombak laut selatan yang menderu, percikan-percikan kecil mulai menetes perlahan menyentuh pipiku.
Sempat aku berprasangka, apakah aku ini telah berbuat salah sehingga kau tak mau menemuiku senja itu? Weeehhhh... kok jadi alay gini ya? Maaf teman-teman, ceritanya saya mau berbagi kisah di pantai Klayar yang begitu mempesona dan menyenangkan banget suasananya.
foto pantai klayar pacitan
Hamparan pantai Klayar yang berpasir putih disambut deru Ombah kebiru-biruan | Exclusive
Hamparan pasir putih serta suasana alam yang sejuk dengan rindangnya tumbuhan kelapa serta di kanan-kiri tebing yang curam tampak mengambang di atas air laut, membuat saya serasa di pantai kala itu.
Pantai Klayar merupakan sebuah pantai yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa dengan pemandangan yang begitu mempesona. Berada 35 km di sebelah barat kota Pacitan Jawa Timur, pantai yang tergolong masih perawan ini sangat saya sarankan untuk dikunjungi karena memang kondisinya masih murni dan belum terlihat adanya kotoran manusia (sampah buangan dari manusia yang kurang sadar lingkungan, lho. Bukan BAB manusia :-P )
Sekedar informasi tambahan bahwa untuk menuju lokasi wisata pantai Klayar memang belum tersedia angkutan khusus, sehingga kamu harus sedikit kreatif untuk menyewa angkutan menuju tempat ini. Selain itu, jika menempuh perjalanan dari arah kota Pacitan, kamu akan melintasi obyek wisata Gua Gong, jadi saya sarankan untuk membuat rute wisata yang berurutan agar efisien waktu.
Liku-liku jalanan yang kami lalui saat menuju pantai Klayar memang menjadi kenangan tersendiri, selain karena kami melintasi jalanan dengan kendaraan roda dua, juga karena kondisi jalan yang naik-turun bertepikan jurang dan tebing. Kewaspadaan berkendara memang dituntut ekstra saat menuju kawasan pantai ini. Meskipun demikian, saya tetap merasa tenang karena driver kesayangan saya cukup mahir menguasai medan.
Setelah menempuh perjalanan yang membuat bokong terasa panas dan senam jantung, akhirnya kami tiba di bibir pantai Klayar yang membuat segala rasa lelah dan capek hilang seketika karena indahnya pantai ini. Saya dan driver kesayangan saya pun langsung bermain di pantai setelah makan siang di warung dekat pantai bersama team perjalanan kali ini.
Oh ya, untuk warung makan, kamar mandi, mushola di kawasan pantai Klayar sudah ada, hanya saja untuk penginapan masih belum saya ketemukan sehingga bagi yang ingin menginap harus ke kota dulu :-( Harapan saya sich mudah-mudahan nanti saya bisa membangun hotel atau penginapan di sana, jadi saat kamu ingin menginap untuk berlibur tidak perlu jauh-jauh ke kota Pacitan. :-)
Setelah puas bermain, saya dan rombongan akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri pantai Klayar hingga ke pesisir timur pantai. Di sini kami menemukan tempat yang pas untuk menyaksikan sunset yang memang sudah kami tunggu dan targetkan untuk bisa menyaksikan sore itu. Posisinya tepat diapit dua tebing seperti yang sempat kami dokumentasikan pada foto di atas.
Karena saat itu masih sekitar pukul 16.00 sore, jadi kami hanya sejenak disitu dan iseng mendaki tebing di pesisir timur yang kata penjaga pantai ada air semburnya. Ya, sekedar mengobati rasa penasaran, kami pun melangkah menapaki tebing tersebut.

Seruling Laut Air Muncrat Pantai Klayar

Tak lama kami berjalan menyusuri tepi tebing, akhirnya ketemu sebuah lubang kecil yang ketika ombah menerjang maka lubang tersebut menyemburkan air. Karena posisi lubang yang berada di tengah tebing, jadi tampak seperti tebing tersebut memancarkan air dari dalamnya sana. :-) Maaf nich ya, saking bagusnya sampai saya bingung mengungkapkannya. Pokoknya lihat gambar ini aja deh :-)
foto seruling laut pantai klayar pacitan
Pas banget! Saat muncrat dari celah tebing itu, kami memotretnya | Ekslusive
Tepat di belakang sebelah kanan saya dalam foto di atas, kami berhasil mengabadikan moment dimana air memancar dari bagian tebing yang di maksud. Maaf kalau fotonya sedikit tidak sedap di pandang karena memang orang-orang yang di dekat pancaran itu sudah berjam-jam kagak mau pindah (udah ngerasa pancaran itu miliki mereka kali ya), bahkan sampai penjaga pantai menegur untuk bergantian juga tidak di gubrisnya. Udah lupakan cecunguk-cecunguk itu, yang penting kita dapat momen saat air memancar dari celah tebingnya :-)
Karena kami sudah merasa jengkel dengan ulah cecunguk-cecunguk itu (aduhhh... udah ndak usah dibahasa lagi! Udah ya...Udah.) Oke deh, kami pun kembali ke tempat yang pas untuk melihat sunset tadi dan menghabiskan waktu menunggu dengan membaca koran serta makan roti :-)
Sekitar satu setengah jam kami menunggu di kala senja itu, ternyata penantian kami berujung pahit dan menyedihkan saudara-saudara. Tuhan belum mengizinkan kami untuk menyaksikan sunset sore itu di pantai Klayar dengan mengirimkan mendung tepat di atas posisi terbenamnya matahari, dan hanya dalam 15 menit mendung itu menutup semua pemandangan yang ada.
foto menanti sunset di pantai klayar
Penantian kami di kala senja itu membuahkan kecewa tanpa sunset | Ekslusive
Namun, bukan hanya kami yang melakukan penantian di pantai Klayar kala senja itu. Ada beberapa fotografer serta pengunjung yang sudah bersiap dan mengalami nasib sama seperti kami. Walau tak bisa melihat sunset di Klayar, kami tetap takjub akan keindahan dan kekuasaan Tuhan melalui pantai Klayar ini.
Perjalanan selanjutnya menuju Homestay Dewi Sri di kota Pacitan. Nantikan cerita team kami di sini, pokoknya ada yang unik di tempat kami menginap ini :-)

1 komentar:

No live link and No out of Topic please! Thank and enjoy it!

 

Fryta's Blog Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Supported by web development service