Minggu, 04 Januari 2009

Awal Dari Cinta (2)

..........Hariku pun berlanjut dengan begitu menyebalkan. Aku harus berjalan selama satu jam untuk dapat sampai disekolah. Alhasil, aku menambah catatan hitam buku pelanggaran siswa disekolahku karena terlambat lebih dari 15 menit. Belum lagi aku harus mendengarkan ceramah dari guru konseling yang begitu galak and cerewet abiess.... Sementara aku hanya bisa memikirkan jawaban apa yang akan Dewi berikan padaku. Entah apa yang diomongkan guru konseling padaku sedikitpun tidak ada yang masuk dibenakku. Aku di jatuhi hukuman skorsing selama satu jam pelajaran di ruang isolasi BK.
Ku tunggu dengan sabar hingga bell berbunyi dan aku pun langsung keluar dari penjara sekolah itu dan menuju kelasku. Setiba didepan pintu kelas, akupun bersalam dan mohon izin kepada guru untuk mengikuti pelajaran. Sementara itu, disebelah utara tampak temanku yang menundukkan kepalanya dibangku sembari menangis kecil. Aku tak sadar kalo itu adalah pujaan hatiku yang kebingungan karena aku dikira tidak masuk.
Dengan santai dan perasaan sebel aku berjalan ketempat duduk ku dikelas pojok belakang, tampak wajah teman sebangguku yang begitu sinis denganku. Ku tanyakan padanya, "kenapa kau melihatku seperti itu kawan?" Diapun menjawab, "Kamu keterlalulan Prap, kenapa kamu buat si Dewi sedih dan menangis seperti itu sambil menunjuk ke arah pujaan hatiku itu." Aku pun tersentak kaget dan spontan perhatian kelas menuju kearahku. Aku pun menunduk agar tidak dimarahi guru kelasku.
Kami (aku dan teman sebangkuku) pun bercerita dan saling memberikan apa yang dialami. Dari situ aku tahu kalo Dewi memang memiliki perasaan yang sama dengan yang kurasa. Tak terasa jam pelajaran usai kami pun tidak menggubris dan tetap melanjutkan cerita kami. Tak disangka ada yang menariku dari belakang dan akupun langsung berkata "Ah jangan ganggu aku dulu teman, penting nich!!!" seketika itu buku paket Biologi melayang ke kepalaku sembari terdengar suara lembut " Penting2, puas kamu udah buat aku nangis mikirin kamu!!!" Ternyata yang menariku adalah si Dewi karena sebel padaku.
Spontan temenku yang lain tersenyum dan menertawakanku yang kesakitan mengelus kepala yang dihantam dengan buku paket tadi. Aku pun ditarik kebelakang olehnya dan diminta menceritakan semua maksudku dan keterlambatanku. Kami pun (aku dan Dewi) bercerita bergantian tentang apa yang dialami pagi ini. Tak terasa bell pelajaran berbunyi yang memaksa kami memutus pembicaraan dan kembali ke tempat duduk.
Sambil berjalan di mengarahkan bukunya ke arahku sembari berkata, "Awasss!! kalo kamu ulangi lagi" Aku pun tersenyum karena itu. Dan waktu pulang sekolah pun tiba ditandai bunyi bell. Kami sudah berjanji untuk bertemu di sudut sekolah dan aku tak sabar untuk mendapatkan jawaban darinya.
Tibalah saatnya dan aku pun langsung bertanya, "Apa jawabmu?" Dia pun berkata, "Maafin aku Prap, sebenarnya aku udah....................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No live link and No out of Topic please! Thank and enjoy it!

 

Fryta's Blog Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Supported by web development service