Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2009

20 Tahun Ku

20 tahun sudah aku lahir, bernafas, mendapatkan kasih dan cinta dari orang tua serta kerabat yang lain. Selama itu pula aku banyak mengalami masa-masa indah seperti bermain, bersepeda, mendengarkan dongeng, belajar terhadap suatu hal yang baru, hingga belajar mencari pasangan, menembak cewek, mencintai orang lain dan masih banyak lagi kebahagiaan lainnya. Selain itu juga ada kesedihan-kesedihan yang aku alami seperti menangis, jatuh, bertengkar dengan teman, marah, bertengkar dengan orang tua, bahkan bermusuhan dengan orang lain. Sekarang aku tau bahwa semua itu adalah liku kehidupan yang sudah tertulis dalam kitab Allah jauh sebelum manusia dilahirkan. Ada satu buah kalimat yang benar2 membuatku sadar kalau manusia itu jauh tidak berdaya jika dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh Allah SWT yang menguasai jaga raya. Mungkin bisa juga menjadi renungan bagi anda,

Kejadian ini terjadi malam kemarin saat saya dan teman2 pergi keluar untuk ‘traktiran’ . Ketika itu seorang teman bertanya ” Bagaimana ikan itu tidur?” teman yang lain menjawab, “ikan tidur sambil berenang karena memang kodratnya harus berenang” tidak lama kemudian teman yang lain juga menjawab, “ikan tidur dilumpur atau batu dengan menyandarkan dirinya layaknya kita tidur”. Tapi saya sendiri terdiam seketika dan berfikir untuk menemukan jawabannya…..Setelah mencoba menggali pengetahuan saya, akhirnya tidak ketemu juga hanya ada kalimat “Sungguh besar keagungan Allah SWT dengan segala ciptaannya” Meskipun hal itu terlihat seperti pembicaraan biasa bagi teman2, tapi sangat besar pengaruhnya bagi diri pribadi saya agar senantiasa ingat bahwa Allah -lah penguasa alam ini dan hanya Allah yang tahu rahasianya…..

Mungkin hanya seperti itu yang saya alami pada malam tepat hari lahir saya (5 Oktober), semoga sedikit tersebut dapat bermanfaat dan maaf apabila ada kata2 yang tidak berkenan dihati anda…

05 Oktober 2008 Karanganyar 19 : 39

Awal Dari Cinta (2)

..........Hariku pun berlanjut dengan begitu menyebalkan. Aku harus berjalan selama satu jam untuk dapat sampai disekolah. Alhasil, aku menambah catatan hitam buku pelanggaran siswa disekolahku karena terlambat lebih dari 15 menit. Belum lagi aku harus mendengarkan ceramah dari guru konseling yang begitu galak and cerewet abiess.... Sementara aku hanya bisa memikirkan jawaban apa yang akan Dewi berikan padaku. Entah apa yang diomongkan guru konseling padaku sedikitpun tidak ada yang masuk dibenakku. Aku di jatuhi hukuman skorsing selama satu jam pelajaran di ruang isolasi BK.
Ku tunggu dengan sabar hingga bell berbunyi dan aku pun langsung keluar dari penjara sekolah itu dan menuju kelasku. Setiba didepan pintu kelas, akupun bersalam dan mohon izin kepada guru untuk mengikuti pelajaran. Sementara itu, disebelah utara tampak temanku yang menundukkan kepalanya dibangku sembari menangis kecil. Aku tak sadar kalo itu adalah pujaan hatiku yang kebingungan karena aku dikira tidak masuk.
Dengan santai dan perasaan sebel aku berjalan ketempat duduk ku dikelas pojok belakang, tampak wajah teman sebangguku yang begitu sinis denganku. Ku tanyakan padanya, "kenapa kau melihatku seperti itu kawan?" Diapun menjawab, "Kamu keterlalulan Prap, kenapa kamu buat si Dewi sedih dan menangis seperti itu sambil menunjuk ke arah pujaan hatiku itu." Aku pun tersentak kaget dan spontan perhatian kelas menuju kearahku. Aku pun menunduk agar tidak dimarahi guru kelasku.
Kami (aku dan teman sebangkuku) pun bercerita dan saling memberikan apa yang dialami. Dari situ aku tahu kalo Dewi memang memiliki perasaan yang sama dengan yang kurasa. Tak terasa jam pelajaran usai kami pun tidak menggubris dan tetap melanjutkan cerita kami. Tak disangka ada yang menariku dari belakang dan akupun langsung berkata "Ah jangan ganggu aku dulu teman, penting nich!!!" seketika itu buku paket Biologi melayang ke kepalaku sembari terdengar suara lembut " Penting2, puas kamu udah buat aku nangis mikirin kamu!!!" Ternyata yang menariku adalah si Dewi karena sebel padaku.
Spontan temenku yang lain tersenyum dan menertawakanku yang kesakitan mengelus kepala yang dihantam dengan buku paket tadi. Aku pun ditarik kebelakang olehnya dan diminta menceritakan semua maksudku dan keterlambatanku. Kami pun (aku dan Dewi) bercerita bergantian tentang apa yang dialami pagi ini. Tak terasa bell pelajaran berbunyi yang memaksa kami memutus pembicaraan dan kembali ke tempat duduk.
Sambil berjalan di mengarahkan bukunya ke arahku sembari berkata, "Awasss!! kalo kamu ulangi lagi" Aku pun tersenyum karena itu. Dan waktu pulang sekolah pun tiba ditandai bunyi bell. Kami sudah berjanji untuk bertemu di sudut sekolah dan aku tak sabar untuk mendapatkan jawaban darinya.
Tibalah saatnya dan aku pun langsung bertanya, "Apa jawabmu?" Dia pun berkata, "Maafin aku Prap, sebenarnya aku udah....................
 

Fryta's Blog Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Supported by web development service