Waktu itu tepatnya tanggal 7 Maret 2006 aku mencoba memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan yang lama ku pendam pada seorang gadis. Sebut saja Dewi namanya, emang sich dia cuma biasa-biasa aja tapi aku ngga' nyangka kalo ternyata dia juga memendam perasaan yang sama dengan yang ku rasa. Saat pulang sekolah aku coba untuk melakukan rencanaku yang menjadi penentuan hidupku. Akhirnya, kami pun bertemu di sudut sekolah setelah teman yang lain sudah pulang dan sekolah agak sepi. Ku ungkapkan sebait puisi untuknya yang berisi curahan hatiku, aku pun merasa aneh ketika dia hanya diam tanpa kata. Entah apa yang kami lakukan disudut sekolah itu sehingga hati kami benar2 bisa menyatu.
Tak lama kemudian dia berkata, "sudah lah.....! hari ini aku nggak bisa mutusin. Aku butuh waktu" Setelah berkata demikian, dia langsung pergi meninggalkanku. Tat kala itu juga ku katakan, "Jika aku besok tidak masuk sekolah, itu karena mu yang telah menjadikan hatiku luluh dan tak berdaya tanpamu dan itu berarti firasat kalau kau menolak perasaanku ini."
Kamipun berpisah dan akupun berpikir selama perjalanan pulang kerumah, ada banyak pertanyaan di benakku, apakah aku ini pantas memiliki rasa seperti ini padanya? akankah dia menerimaku? Hariku berlalu dengan penuh gundah dihati dan tak tau apa yang terjadi, malam tak mampu belajar hanya memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya. aku pun tak bisa tidur dan tak mampu lagi berpikir, seakan diotakku hanya ada wajah manisnya.
Tanggal 8 Maret 2006 merupakan dimana hari penentuan itu, aku bangun kesiangan dan terpaksa berangkat dengan bus umum yang penuh sesak. Setiba didekat sekolah, aku kesulitan untuk turun dari bus karena penuh sesak, terpaksa aku turun dipemberhentian berikutnya yang jauhnya 2 KM dari sekolah ku. akupun berpikir apakah ini pertanda kalo perasaanku tidak diterimanya? ...........
Tak lama kemudian dia berkata, "sudah lah.....! hari ini aku nggak bisa mutusin. Aku butuh waktu" Setelah berkata demikian, dia langsung pergi meninggalkanku. Tat kala itu juga ku katakan, "Jika aku besok tidak masuk sekolah, itu karena mu yang telah menjadikan hatiku luluh dan tak berdaya tanpamu dan itu berarti firasat kalau kau menolak perasaanku ini."
Kamipun berpisah dan akupun berpikir selama perjalanan pulang kerumah, ada banyak pertanyaan di benakku, apakah aku ini pantas memiliki rasa seperti ini padanya? akankah dia menerimaku? Hariku berlalu dengan penuh gundah dihati dan tak tau apa yang terjadi, malam tak mampu belajar hanya memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya. aku pun tak bisa tidur dan tak mampu lagi berpikir, seakan diotakku hanya ada wajah manisnya.
Tanggal 8 Maret 2006 merupakan dimana hari penentuan itu, aku bangun kesiangan dan terpaksa berangkat dengan bus umum yang penuh sesak. Setiba didekat sekolah, aku kesulitan untuk turun dari bus karena penuh sesak, terpaksa aku turun dipemberhentian berikutnya yang jauhnya 2 KM dari sekolah ku. akupun berpikir apakah ini pertanda kalo perasaanku tidak diterimanya? ...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No live link and No out of Topic please! Thank and enjoy it!