Senin, 11 Februari 2013

Binatang Peliharaan bagi Si Kecil

Memelihara binatang akan memberikan dampak positif untuk merangsang perkembangan psikologis balita. Melalui tayangan televisi, majalah dan surat kabar lainnya balita mengenal banyak binatang. Mulai binatang yang jinak hingga binatang buas misalnya dari ikan, kucing, anjing, kura-kura sampai beruang dan serigala.
kucing peliharaan
Kucing Imut
Tentu bukan hal yang aneh bila suatu saat balita tiba-tiba merenggek meminta satu ekor binatang yang pernah dilihatnya untuk dipelihara. Asalkan bukan binatang buas, kenapa tidak? Karena dengan memelihara binatang dapat memberikan manfaat bagi balita, seperti :
• Melatih tanggung jawab
Ketika Anda menyetujui balita untuk memelihara binatang yang diinginkan, jangan lupa membuat aturan. Tertama mengenai hal-hal yang boleh dan boleh dilakukan balita pada binatang peliharaannya. Lantas, jelaskan pula hal-hal yang menjadi tugas dan kewajiban balita terhadap binatang peliharaannya.
Dengan aturan yang Anda buat, secara otomatis Anda melatih balita untuk belajar bertanggungjawab atas pilihannya. Minimal, hanya dengan melaksankan tugas bagiannya saja, semisal memberi binatang peliharaannya makan siang, balita sudah berlatih menunaikan tanggung jawab.
• Melatih disiplin
Dengan adanya binatang peliharaan balita mulai berlatih disiplin, sebab ia harus mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, misal untuk memberi makan binatang peliharaannya, mengajaknya bermain, membersihkan binatang peliharaannya dan sebagainya.
Seiring dengan itu, ia juga belajar manajemen waktu dan menentukan prioritas. Semisal waktu memberi makan binatang peliharaan bertabrakan dengan waktu bermain sore, balita akan belajar memilih dan menentukan hal yang tepat.
• Mengenali emosi
Pada dasarnya, ada empat emosi dasar yang dimiliki manusia, emosi tersebut sama halnya dengan yang dimiliki binatang seperti kucing, anjing, dan semacamnya yang memiliki kejelasan raut muka. Ada emosi senang, sedih, takut dan marah. Jika pada binatang seperti anjing, tandanya bisa bermacam-macam, misalnya jika telat diberi makan ia marah dan menggonggong.
Pengenalan emosi dasar ini menjadi bekal bagi balita untuk bersosialisasi dengan orang lain. Terutama untuk balita usia di bawah tiga tahun, jika langsung diajarkan emosi pada orang, ia belum mampu dan cenderung bingung karena itu ukurannya sudah advanced, bukan dasar lagi.
• Menambah pengetahuan
Supaya memelihara binatang menjadi aktivitas yang menyenangkan, sebaiknya ajak balita untuk mencari tahu segala sesuatu tentang binatang peliharaan yang diinginkannya.ia harus tahu tentang apa saja yang biasa dilakukan binatang tersebut, bagaimana cara merawatnya agar tetap hidup dan sebagainya.
Dengan mencari tahu segalanya tentang binatang peliharaan tersebut, balita dapat menambah pengetahuab sekaligus dapat memperlakukan binatang peliharaanya dengan cara yang tepat. Mencari tahu ini merupakan proses yang tak ada hentinya dan bisa dilakukan bersama-sama dengan browsing di internet, membaca majalah, juga menonton program khusus binatang.
• Melatih kepekaan
Dengan mengenali emosi dasar pada binatang, aplikasinya juga bisa diterapkan dengan sesama manusia (bukan berarti menyamakan antara manusia dengan binatang). Misalkan dengan tahu kalu anjingnya marah karena lapar, balita menjadi mengerti bahwa lapar itu tidak menyenangkan.
bukan hewan peliharaan
Jangan Sekali-sekali memelihara hewan ini untuk si Kecil :-) | http://goo.gl/bg2Ewl
Belita menjadi peka perasaannya dan menjadi lebih peduli pada lingkungan sosialnya dan tidak egois.
Ada dua hal penting yang harus diperhatikan sebelum Anda mengiyakan dan mengijinkan balita memelihara binatang, adalah :
1) Jenis binatang
Sering-seringlan mencari informasi tentang binatang peliharaan yang ingin dipelihara si kecil, temasuk informasi baik dan buruk serta dampaknya. Misal binatang bergigi dan bercakar sebaiknya tidak dipelihara agar tidak membahayakan balita. Jangan pula memelihara binatang peliharaan yang terlampau kecil seperti anak kura-kura yang seukuran jempol, bisa-bisa balita akan mengunyahnya.
2) Alergi
Pastikan sebelum Anda memelihara binatang, bahwa balita Anda tidak memiliki alergi terhadap jenis binatang yang akan dipeliharanya. Misalnya bila balita Anda alergi terhadap bulu kucing, tentu hindari memelihara kucing.
:Bye:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No live link and No out of Topic please! Thank and enjoy it!

 

Fryta's Blog Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Supported by web development service